Yang Datang Sore Ini

Cuma dengan uang Rp150.000,00 bisa mendapatkan 5 eksemplar buku, siapa sih yang tidak mau?

Ya banyak!

Betul… tetep banyak sih yang tidak mau karena itu masih kemahalan. Tetapi bagi saya, itu bisa dibilang murah apalagi 3 di antara 5 buku tersebut adalah buku incaranku sejak lama. Bagiku masih mahal Rp15.000,00 untuk semangkuk bakso. Jadi dari sini aku punya hipotesis awal, murah dan mahal itu tergantung kebutuhan seseorang. Bagiku 3 potong jilbab harganya cuma Rp10.000,00 itu ya sangat mahal!!! Edan po!

Malam itu aku tidak sengaja melihat buku Petualangan Huckleberry Finn di sebuah gerai online dengan harga yang sangat miring. Karena penasaran aku pun mengunjungi onlineshop itu dan melihat semua katalognya. Di sana aku menjumpai banyak buku yang sudah ada di wishlist-ku sejak lama. Kurang hebat apa, semua buku yang ada di sana harganya miring banget. Aku jadi curiga, jangan-jangan buku ini tidak original. Setelah menghubungi penjualnya dan pihak penjual berani menjamin 100% ori, aku pun tertarik untuk membelinya.

Sebelum membeli, aku sempat melongok ke dalam rak buku—mengecek masih berapa buku yang belum dibaca. Masih banyak. Termasuk Love in The Time of Cholera-nya Gabriel Garcia Marquez. Jadi aku membatasinya dengan budget Rp150.000,00 biar tidak overload. Ha ha ha

1. Petualangan Huckleberry Finn

Harga buku karya Sang Legenda dari Amerika, Mark Twain, yang tertera di label—sampul plastik bagian belakang—tertulis 70.000, aku membelinya cuma dengan harga Rp25.000,— Setelah membaca The Adventure of Tom Sawyer dalam sekali duduk, dulu sekali, aku penasaran, dong! dengan kisah lanjutan dari salah satu tokoh yang ada di sana, Huck si gembel yang mendadak hidup ala kaun ningrat. Karena cerita yang sangat seru itu, membuatku semakin ingin membelinya, apalagi setelah membacanya dalam Bahasa Inggris di format e-book—yang tak pernah tuntas karena hilang fokus. Akhirnya lah buku terjemahannya kali ini dapat terbeli dan jodoh secara harga dan secara momen belaka.

2. Nyonya Bovary

Novel Nyonya Bovary karya Gustave Flaubert masuk dalam wishlist-ku karena ia sering disebut-sebut bersama buku lain—Don Quixote—oleh penulis yang saya kagumi, Mario Vargas Llosa. Nyonya Bovary sudah lama menunggu di daftar keinginanku, namun yang sering berpindah status menjadi ‘nanti dulu’ ini akhirnya kebeli tanpa pernah berpindah ke-list teratas, karena ia bisa aku dapatkan cuma dengan harga Rp35.000,00 padahal harga yang tertera di label Rp95.000,00—ya sudah angkut sekalian, hehe

3. The Gambler—(Sebuah Novel)—Catatan Harian Seorang Lelaki Muda

Harga asli buku ini Rp50.000,00 tetapi aku mendapatkannya dengan harga Rp25.000,00— seperti judul buku ini, aku pun membelinya dengan cara gambling–untung-untungan belaka. Aku sangat mengagumi Leo Tolstoy—orang Rusia, dan kisah-kisahnya itu, hanya dengan modal itu aku menjadi penasaran dengan penulis lain dari bangsa yang sama dan negara yang sama dan hidup di zaman yang berdekatan dengannya juga. Jadi aku memilih buku ini karena penulisnya Fyodor Dostoyevsky. Samar-samar, sebetulnya, pernah kudengar namanya entah di mana—kalau tidak salah Eka Kurniawan pernah menyebutnya— tetapi aku belum pernah membaca salah satu pun karyanya. The Gambler ini adalah buku pertama beliau yang akan aku baca. Lalu setelah sekilas membaca pengantar buku ini, aku pun mendapatkan gambaran bahwa Fyodor Dostoyevsky merupakan salah satu penulis besar dunia yang dihormati karena tulisan-tulisannya mempengaruhi sastra abad 20, Wow!

4. The Pearl

Buku kecil dan tipis karya John Steinbeck ini harganya cuma Rp15.000,00— Aku memilih buku ini karena ia adalah salah satu penulis yang pernah meraih nobel sastra dan ia juga-lah yang menulis novel Kamis Yang Manis.

5. Tan

Sebuah novel yang mengisahkan Bapak Republik bangsa ini—adalah buku serius satu-satunya dalam list ini yang meyakinkan aku untuk memborong semua buku yang berada dalam daftar ini. Dari semua nama-nama para founding father yang telah mendirikan negara ini, tidak ada yang lebih kukagumi, melebihi kekagumanku pada Datuk Ibrahim Tan Malaka. Kudengar novel ini merepakan novel pertama dari trilogi Tan karya Hendri Teja. Yang kedua aku sudah melihat sampulnya—Gerilya Bawah Tanah—, entah yang ketiga, sepertinya belum ditulis. Novel ini kubeli dengan harga asli Rp50.000,00

Jadi itulah buku yang datang sore ini. Pertanyaan selanjutnya, kapan buku-buku ini akan dibaca? Ah entahlah…

Saya Andy Riyan dari Desa Hujan


Catatan:
Perhatikan cara menulis harga dalam rupiahnya ya. Contoh-contoh di atas adalah contoh yang benar saat menulis harga atau bilangan pada mata uang Rupiah. Rp15.000,00 (terbilang lima belas ribu rupiah—setelah Rp tidak diikuti titik ataupun spasi.)

5 thoughts on “Yang Datang Sore Ini

  1. Kapan² bisalah dibisikkan kalau ada buku murah lagi he he he
    Mengenai penulisan Rupiah ini, hmm … Sebenarnya tahu yang betul tapi terlanjur sudah mendarah daging sepertinya menulis Rp diikuti titik karena dari dulu diajarkan begitu. Sama dengan bergeming yang masih banyak salah pakai karena terlanjur salah kaprah

    1. Oke nanti aku bisikkin, siap-siap ngiler mau beli banyak aja ya heuheuheu…

      Tahu yang betul tapi yang salah diterus-terusin aja, itu semacam pacaran udah gak cocok tetapi terus dipakasa jalan terus, Eh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: