Jurnal Pagi: “Pacarmu ganteng? Kaya? Bisa gini gak?”

4

 

Jupiter, Saturnus, Mars, Venus dan Merkurius terlihat sangat jelas di langit Desa Hujan yang bersih dan tenang, ketika aku keluar dari rumah menuju timur jauh. Aku berlari menyusuri jalan beton yang luas dan bersih. Jalan itu membelah rapatnya kebun kopi yang dinaungi pohon-pohon sengon, sono keling, kelapa dan mahoni. Sesekali pohon jengkol dan nangka. Pohon petai, kakao dan rambutan juga kadang terlihat melambai-lambai. Namun begitu aku sampai di perbatasan, kabut kelabu cepat sekali turun dan langit menjadi begitu gelap.

Aku berlari dan terus berlari dari menghadapi krisis demi krisis dalam hidupku. Samar-samar kudengar seseorang berteriak, “Run Forrest… Run!” Ah ternyata itu adalah suara Jenny yang menyemangati Forrest Gump. Aku mengenali suara yang menggema di kepalaku itu. Kalian sudah pernah membaca novel Forrest Gump, atau menonton film-nya? Kalau belum coba deh sesekali nonton film itu atau membaca bukunya yang terdiri dari dua seri.

Aku berlari dan terus berlari. Perubahan-perubhan kecil segera kutemui. Aku kini tak lagi sendiri. Ada beberapa anak muda yang juga sedang olahraga pagi dan jalan-jalan santai. Lalu ketika aku sampai lagi di jalan-jalan beton dalam perjalanan pulang, aku berpapasan dengan Pak Ponidi. Sama seperti hari kemarin, pagi itu ia mengajak jalan kaki cucu perempuannya yang berumur 4 tahun. Beberapa meter kemudian aku bertemu dua orang lelaki paruh baya sedang olahraga juga. Yang satu mengenakan sandal terapi, yang lain bertelanjang kaki. Aku tersenyum senang. Aku tidak mengatakan aku yang mengawali jogging ini, tetapi senang sekali rasanya apabila bisa memasyarakatkan olahraga yang tidak hanya menyehatkan badan, tetapi juga menyehatkan pikiran ini. Jelas aku sangat menikmati olahraga yang dulu bisa membantuku menjadi lebih percaya diri. Aku akan menikmati setiap detik sensasi-sensasi itu, sebab beberapa saat lagi aku akan dibuat duduk dan mikir.

Kupikir bangsa ini, dari dulu, selalu siap menghadapi badai seperti apa pun; sangat tangguh menghadapi situasi dan ketidakmungkinan. Namun, akhir-akhir ini, aku seperti melihat orang-orang sekarang sangat rewel. Semoga aku salah. Mungkin dulu aku memang lugu dan begitu naif sehingga tak menemukan kerewelan itu.

Banyak timbul kontroversi ketika kemarin tercetus kata Lock Down, kemudian PSBB sekarang ada lagi istilah Herd Immunity. Ini apa sih kok sekarang kita demen banget bikin istilah. Aku masih ingat betul dengan kata Gus Baha pada suatu ceramahnya; kurang lebih begini, “Semua kehancuran di dunia ini itu disebabkan oleh penggunaan istilah-istilah yang tidak tepat.” Istilah-istilah ini… lha yo mbok jelaskan, ini itu apa, mengapa njuk piye, terus opo wae!

“Wis ta lah, Ndi! Menengo, rausah geger!”

“Oke. Siap, Komandan!”

Katanya kemarin terjadi lonjakan pasien yang postif corona, ya. Angka tertinggi dalam sehari, pasien positif corona sebesar 689 orang. Terjadi lonjakan hemmm… terus kalau memang iya, arep piye he?

“Wis ta lah, Ndi! Menengo, rausah geger! Ganti berita sik meriah-meriah!”

“Oke. Siap, komandan! Eh tapi, Komandan…”

“Opo meneh?”

“Susah cari yang hepi-hepi; nih ada beraita “Kecil-Kecil Merokok, Polusi Udara Berkontribusi terhadap Diabetes, Sukar Berbiak Si Banteng Jawa, Rumpun Bambu di Rancabayawak…””

“Lho lho lho… iki piye to?”

“Jejak Kelam Karbon di Laut, Rusak Terumbu Karang karena Tongkang, Simalakama Reklamasi Teluk Jakarta, Terbelah Pendapat karena Resolusi Sawit.”

“Oalah… pantesan! Uring-uringan dan rewel semua.”

“Lajeng pripun, Komandan?”

“Wis ta lah… kui dudu urusanmu!”

“Komandan! Aku mau ikut-ikutan yang sedang viral itu, tapi aku gak tahu.”

“Eh gimana-gimana?”

“Yang gini itu lho; “Pacarmu ganteng? Kaya? Bisa gini gak?” bisa gininya itu apa yo?”

Krik krik krik

jejakandi

4 thoughts on “Jurnal Pagi: “Pacarmu ganteng? Kaya? Bisa gini gak?”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Jurnal Pagi: “Kayaknya yang tipi lain yang bener.”

Fri May 15 , 2020
Pin it Email https://desahujan.com/pacarmu-ganteng-kaya-bisa-gini-gak/ Bagus sekali. Benar-benar bagus kali ini. Ketemui lebih banyak orang keluar dari rumah guna lari pagi. Kutemui lebih banyak anak-anak SD dan SMP keluar dari rumah-rumah mereka; mengenakan sepatu kets, hoodie dan berlari gembira. Irama larinya memang masih menggelikan, temponya pun masih berantakan. Meskipun belum keluar […]

Kategori

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

%d bloggers like this: