Menghibur Hati dan Jiwamu yang Lelah dalam 10 Menit Saja

Akan selalu ada kisah yang dapat diceritakan bagi seseorang yang terbiasa hidup dalam kenangan. Setiap lapisan ingatan memantulkan percikan sinar, lalu ketika sinar-sinar itu melambung tinggi dan kemudian meledak, ia pecah berkeping-keping dan berjatuhan seperti serpihan bola-bola kristal seukuran embun-embun bening di pagi hari.

Kira-kira seperti itulah diriku ketika duduk menatap timur menyambut hari-hariku bersama datangnya sang mentari.

Lalu bagaimanakah rasanya mengalami sensasi tak menyenangkan, karena tak mengarahkan percikan sinar kepada kegelapan malam, tidak mengambil mereka untuk menerangi jalan? Tentu sebak begitu terasa di dada.

Hoi, bukankah ku pernah melihat bintang yang bersinar menghiasi sang malam? Bagai permata, menghibur yang lelah jiwanya… menghibur yang lelah hatinya.

Hoi bukankah itu lagunya Padi, Sang Penghibur?

Ya gagasan yang melintas sekilas itu seperti percikan sinar di pagi hari, atau bagaikan pijaran bintang di malam hari… apabila ia ditangkap dan diarahkan kepada kegelapan hati, ia seperti permata dan menghiburnya, menghibur dia yang lelah jiwanya, yang lelah hatinya.

Ketika kau lelah, duduklah diam. Kemudian ambil buku dan penamu. Luangkan sepuluh menit mencurahkan perasaanmu padanya. Lalu rasakanlah… temukan sang penghibur. Engkau akan menyadari bahwa ada sebuah perhentian dalam hidup. Kau tak harus terus berlari kencang. Ambil sejenak waktu untuk dirimu. Dan hal terhebat adalah berbicara pada dirimu sendiri melalui jurnal, kau bagaikan sedang menghela nafas panjang lalu kau akan siap berlari kembali.

Menulis jurnal, bagiku, seperti bintang yang bersinar; mampu menghiburku yang sedang lelah jiwanya. Energi yang terlepaskan bagai bintang yang berpijar, menghibur yang lelah hatinya.

PS: Aku lagi suka banget dengan lagu-lagunya Padi.

4 thoughts on “Menghibur Hati dan Jiwamu yang Lelah dalam 10 Menit Saja

  1. Menulis Jurnal rasa terapi untuk menghibur hati ya Mas. Biar energi bisa kembali.

    Lagu padi emang enak-enak. Tapi saya tidak tahu semuanya, palingan mahadewi sama begitu Indah saja yang gak lupa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: