Kupertanyakan Kembali

Di dunia ini, telah ratusan kali aku terhentak dan terhempaskan, dipukuli dengan tak terhitung banyaknya argumentasi, tetapi tidak ada yang membuatku terhempas lebih hebat ketimbang ketika hatikulah yang terpukul dengan telak.

Pagi ini sebuah uraian membuat hatiku berdesir-desir hebat dan memaksaku untuk kembali mempertanyakan segala hal yang telah kutorehkan. Beginilah kira-kira uraian itu, “Ada banyak manusia yang melakukan tugas mereka tetapi justru tujuan mereka berbeda dengan maksud Tuhan. Allah Swt. Menginginkan agar agama Islam diagungkan, tersebar luas, dan abadi hinga akhir zaman. Lihatlah betapa banyak tafsir yang ditulis untuk menginterpretasi Al-Qur’an, tetapi tujuan para pengarangnya adalah untuk menunjukkan kelebihan mereka.”

Bagi sebagian orang beberapa kalimat atau kata-kata tak berarti apa-apa. Begitu juga bagiku; beberapa kalimat atau kata-kata tak ada artinya, tetapi sebagian yang lain ia begitu bermakna. Misal saja kalimat “Bila kata tak lagi bermakna, maka diamlah;” tujuh kata yang biasa-biasa saja itu sungguh terpatri dan terkenang dalam benakku. Itu adalah kalimat yang tertulis di pintu belakang sebuah mobil pick up, dalam perjalanan antara rumah dan kantor, dan di samping kalimat itu ada gambar Iwan Fals.

Pagi ini hatiku berdesir-desir hebat membaca uraian di atas. Ia kembali memaksaku mempertanyakan motivasi-motivasi dari apa yang pernah kujalani, kutulis dan kuucapkan di hadapan orang-orang yang kutemui. Aku juga mempertanyakan apa motivasiku menulis ‘post’ ini. Semoga jurnal ini bermanfaat khususnya untuk ku pribadi dan pembaca pada umumnya sebagai pengingat.

5 thoughts on “Kupertanyakan Kembali

  1. Rasanya kita perlu sering2 menyelami samudera tasawuf, mas. Karena hati manusia mudah dibolak-balik oleh godaan dunia meski di awal kita tancapkan niat yang benar.

    1. Umur memang tak bisa bohong, Pak Heri.

      Setuju. Sebetulnya tadi ini adalah tulisan yang sangat panjang tapi kupotong saja, bijak kiranya sampai di situ saja untuk memisahkan beras dari sekam. Pak Heri muncul sebagai beras.

      ????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: