Jurnal Pagi: “Kayaknya yang tipi lain yang bener.”

Bagus sekali. Benar-benar bagus kali ini. Ketemui lebih banyak orang keluar dari rumah guna lari pagi. Kutemui lebih banyak anak-anak SD dan SMP keluar dari rumah-rumah mereka; mengenakan sepatu kets, hoodie dan berlari gembira. Irama larinya memang masih menggelikan, temponya pun masih berantakan. Meskipun belum keluar dari Desa Hujan, itu adalah pemandangan yang bagus untuk ku.

Kutemui lebih banyak orang-orang dewasa yang menyempatkan dirinya memenuhi panggilan jiwa untuk hidup sehat dan bugar. Pak Ponidi dan cucunya sekarang di temani menantunya. Dua lelaki paruh baya masih menggunakan sendal terapi dan telanjang kaki. Halaman-halam rumah kini lebih semarak. Kulihat beberapa orang sudah melakukan pemanasan, yang lain kulihat sudah menarik gerobak sampah, angkong berisi material, mereka semangat sekali. Aku menyapa mereka dan mereka pun membalas dengan begitu hangat. Kutemui di mana-mana mama-mam muda meremas cucian dan menggantungnya di jemuran; ibu-ibu yang menyapu halaman. Yang tidak kutemui, para pemuda dan pemudi. Aku yakin mereka masih berada di kamarnya, kalau tidak tidur ya mainan hape, bahkan ketika ayam-ayam jantan kulihat sudah mengejar betina-betina—dan yang terjadi ya gitu deh, kawin! Dasar ayam, gak punya akhlak!

Eh ngomong-ngomong aku sering menenemukan di medsos, orang-orang sering ngetwit atau komen, “Memang gak punya akhlak tuh orang,” ke seseorang. Secara tidak langsung orang-orang ini mengatakan kalau orang yang ia katain itu adalah binatang.

Menjadi manusia yang bisa memanusiakan manusia itu memang gampang-gampang susah, sih. Kata Mbah Nun, agama itu sebenarnya tidak kita perlukan kalau kita bisa menjadi manusia yang bisa memanusiakan manusia. Lho apa kita perlu agama untuk tahu kalau mencuri, merampok, memerkosa itu perbuatan yang keji? Apa kita mesti memerlukan agama hanya untuk tahu kalau membunuh itu tidak boleh? Kalau kita bisa menjadi manusia yang benar-benar manusia, agama itu tidak diperlukan. Aku cuma mau bilang, sabda Nabi; “Innama bu’istu liutamima makarimal akhlak—sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.” Menyempurnakan. Memperbaiki. Bukan membuat ataupun menciptakan akhlak. Lho kok bisa mereka-mereka itu ngatain ke manusia tidak punya akhlak? Yang tidak punya akhlak itu kan binatang dan benda mati. Seburuk-buruk apa pun manusia, ia masih punya akhlak. Bahkan orang yang lalai pun masih dihukumi oleh akhlak. Akhlak itu ada dua; akhlak baik dan akhlak buruk. Jadi setelah membaca ini, dan kamu masih mau ngatain orang lain tidak punya akhlak ya monggo-monggo saja. It’s up to you, men!

He he he sudahlah satu topik aja. Sepertinya aku tidak perlu menulis betapa orang-orang yang berjejalan di bandara kemarin itu benar-benar telah melukai banyak orang yang selama ini mengarantina diri, tetap dirumah saja, mematuhi PSBB. Betapa kejadian itu dan diamnya orang-orang yang bersangkutan benar-benar telah melukai orang-orang yang selama ini membatalkan sejumlah acara, kehilangan pekerjaan, gaji terpotong dan hampir mati bosan di rumah.

Aku kemarin sempat mau marah ke orang-orang ini, tetapi gak jadi. Lha wong saya marah juga tidak akan berpengaruh apa-apa pada orang-orang yang tidak bisa menjaga perasaan orang lain ini. Temenku bilang, “Banyak jalan untuk bisa menjadi orang yang terpuji betulan, salah satunya adalah menjaga perasaan orang lain.” He he he… temenku ini memang sufi beneran sih.

Apa yang membuatku tidak jadi marah juga, kejadian di bandara kemarin, aku tidak tahu itu beneran apa enggak, soalnya aku juga tahu itu dari katanya. Kata media yang terbelah sih. Satu memberitakan kalau sedang terjadi antrian dan perkumpulan yang sangat padat, sementara Metro Tv memberitakan kalau bandara itu sepi pengunjung. Lah, terus yang bener ini yang mana?

“Gak tahu sih,” kata temenku. “Kayaknya yang tipi lain yang bener.”

Kata temenku yang lain, “Dua-duanya bener sih.” Aku kaget apa maksudnya? Dia jawab yang ramai itu di terminal 2 sedang yang sepi itu di terminal 3. Marah gak lu? Marah dong ya, ada media yang kayak gini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: