Experience Sharing: Mengapa Kaki Saya Gatal-gatal Saat Lari?

2

Hampir sebulan sudah pagi hariku tak kuisi dengan jogging. Dan baru pagi tadi, rutinitas yang telah kujadikan standar minimal untuk menjaga kedisiplinan hidupku, dimulai lagi. Itu berarti satu hal; praktis selama hampir sebulan aku hidup di bawah standar minimal kedisiplinan yang telah kutetapkan sendiri atas hidupku. Pfffft begini kok masih mendambakan kesuksesan dalam hidup? Payah sekali kamu, Ndi! *Geleng-geleng kepala*

Ya memang, selama hampir sebulan ini aku telah libur lari pagi, bukan apa-apa sebetulnya hanya saja yang membuatku merasa payah: aku masih saja mencari-cari alasan pembenaran. Seharusnya mudah saja jika aku mengakuinya lalu semuanya selesai, habis perkara. Tapi itu tidak terjadi, selalu saja ada alasan pembenaran. Alasan apa yang selama ini kujadikan tameng perlindungan dari menghukum diri sendiri, untuk mengakui bahwa aku hidup di bawah standar minimal kedisiplinan? Beban pikiran yang berlebih, proyek yang membengkak di luar jadwal. Ahaha klise banget, Boy! Klise! Dan lebih parah lagi, aku menoleransi semua itu dengan dalih toh aku sudah senam aerobik sekali seminggu. LOL

Pagi tadi aku berhasil keluar dari rumah dengan mengenakan setelan favorit yang selalu kugunakan setiap lari pagi sejak dulu; hoodie wol, sepatu kets, smartband pengukur jarak dan detak jantung; selintas tak ada yang aneh. Dan aku baru menyadari sesuatu terjadi ketika berada di tengah-tengah kegiatan itu. Sekujur paha dan kaki ku gatal-gatal. Tidak hanya sekedar gatal ringan. Gatalnya parah sekali. Padahal jarak masih jauh; aku masih harus menempuh sekitar setengah kilo lagi untuk sampai tujuan dan masih harus menempuh sekitar 3 kilo untuk pulang. Sungguh gatal yang tak terperi.

Mengapa kaki saya gatal saat berlari?

Karena penasaran; bukan sekali dua kali kakiku—terutama bagian paha—terasa gatal-gatal saat berlari, ketika futsal juga bahkan olah raga rigan kadang kaki bagian paha dan betis gatal-gatal, aku pun mencari informasi dengan memanfaatkan teknologi internet.

Aku mencari-cari informasi yang berkaitan dengan sport science, ya aku percaya gatal-gatal yang terjadi di kaki terutama paha ini bisa dijelaskan secara saintifik. Ah ngomongin sains, aku jadi teringat sains dan musuh-musuhnya terutama di era disrupsi informasi ini. Tapi abaikan saja dulu untuk bahan tulisan berikutnya hehe. Kembali ke topik utama; mengapa kaki saya gatal-gatal saat lari?

Berdasarkan informasi yang kutemukan dari berbagai media, aku pun merangkum beberapa penyebanya.

Adaptasi Fisiologis

Ketika kamu melakukan olahraga—lari—untuk pertama kalinya, tubuhmu perlu beradaptasi, mulai berolahraga lagi setelah sekian lama tidak melakukannya maka detak jantung akan meningkat dengan drastis. Ketika berolahraga, otot-otot yang kendur dan tak terlatih itu akan terpacu untuk merengkuh lebih banyak oksigen guna membentuk aliran darah yang besar. Praktis detak jantung pun meningkat dan akan mempercepat aliran darah, jika kecepatan aliran darah meningkat ia pun memberi respon pada kulit, salah satunya adalah gatal-gatal. Respon terhadap kulit ini juga dikenal dengan istilah vasodilatasi. Gatal-gatal karena tubuh sedang beradaptasi biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa hari saja, sekitar 3 sampai 6 hari. 

Dulu sebelum jogging kembali menjadi aktivitas harianku, aku terlebih dahulu telah memeriksa detak jantung dengan smartband yang kupunya; berada di sekitaran 65, di mana menurut standar aplikasi yang kupakai—setelah disesuaikan dengan tinggi dan berat badanku—skala 65 menunjukkan bahwa detak jantungku lemah. Masih menurut aplikasi yang kupakai juga, seharusnya detak jantung yang normal berkisar antara 95–115 dalam keadaan terjaga. Namun jika menurut standar biasa, dengan pengukuran manual, detak jantung yang normal berada pada sekitaran 60–100/menit. Dan tadi pagi sebelum lari, kisaran detak jantung di smartbandku menunjuk skala 98, artinya aku berada pada rentang normal, dan saat gatal-gatal itu terjadi hanya berkisaran 102. Hemmmmm… Seharusnya ini bukan masalah peningkatan kecepatan detak jantung.

Bukan pula masalah adaptasi fisiologis, sebab aku juga pernah mengalami gatal-gatal yang sama di tengah rutinitas yang sudah kujalani, dan sebelumnya tidak merasakan gatal-gatal.

Kulit Sensitif

Informasi lain kutemukan, berkaitan dengan sensitivitas kulit. Bisa jadi karena bahan pakaian dan detergen yang digunakan untuk mencuci pakain itu. Ini juga belum memuaskan, sebab aku memakai detergen yang sama dan pakaian yang sama pula. Gatal-gatal bisa disebabkan oleh kulit yang sensitif karena kering. Ini masuk akal, bulan Agustus-September-Oktober, udara sangat dingin dan kulit menjadi kering. Solusinya sebaiknya mengoleskan lotion sebelum lari. Mungkin aku bisa mencobanya besok.

Urtikaria

Urtikaria adalah jenis alregi, indikasinya adalah gatal-gatal itu. Dan urtikaria saat berolahraga—terutama aerobik—bisa juga terjadi karena alergi yang disebabkan oleh keringat, kepanasan, kedinginan atau karena olahraga itu sendiri. Make sense juga, menurutku. Udara pagi terasa sangat dingin menggigit kulit, eh tapi… di sini udara selalu dingin sih dan aku tidak selalu gatal-gatal juga, hello?

Atau jangan-jangan karena yang terakhir ini ya…

Respon Histamin

Sebuah respon yang melindungi tubuh dari kelelahan yang berlebihan. Saat berolahraga, tubuh menjadi gatal-gatal agar terhindar dari kelelahan yang luar biasa. Ahaha masa sih, baru lari sekitar 2kilo lebih sudah kelelahan, dan aku masih sanggup pulang? Kalaupun tidak karena itu, setelah membaca informasi ini aku jadi terkagum-kagum berat dengan sistem sensor yang dimiliki tubuh manusia. Hebat banget ya!

Demikian saya Andy Riyan dari Desa Hujan!

jejakandi

2 thoughts on “Experience Sharing: Mengapa Kaki Saya Gatal-gatal Saat Lari?

  1. Mandi pake air hangat, pake sabun mandi juga, jangan pakai sabun colek, jangan lupa pilih sabun mandi antiseftic, usahakan satu merk saja jangan gonta-ganti, gosok-gosok sampe berbusa :((. Dan nikmatilah kesegaran yang hakiki :D. Btw kemana aja boy?

    1. Yoho Mamang Nunu selalu hadir dengan solusi yang mantap jiwa. Kesegaran yang hakiki ????

      Aku kembali ke dunia nyata boi. Mamang di sana semoga selalu dalam keadaan baik-baik saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Sebuah Jurnal: Maaf, Bu Tejo! Aku Gagal Menjadi Orang yang Solutif

Wed Sep 2 , 2020
She eyes me like a pisces when I am weak.I’ve been locked inside your heart-shaped box for weeks.I’ve been drawn into your magnetar pit trap. Vokal rendah dan beratnya Kurt Cobain itu bergema kemudian pelan-pelan memasuki ruang hampa dalam jiwaku. Vokal yang sangat powerful itu semakin menyentuh berkat sebuah intro […]
Sebuah Jurnal: Maaf, Bu Tejo! Aku Gagal Menjadi Orang yang Solutif

Kategori

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

%d bloggers like this: