Bau Familier Itu Ampo Namanya

3

Semua orang mulai ramai-ramai menyebutnya sebagai bau Petrikor setelah membaca buku Aroma Karsa untuk mendeskripsikan tentang bau yang muncul ketika saat-saat hujan sedang datang. Aku yang mempunyai pengalaman pribadi soal mendeteksi bau ini tidak ingin menyebut hal yang sama. Aku pun mencari istilah yang tepat untuk mendeskripsikan bau-bauan ini, karena jujur saja kemampuan penciumanku sedikit di atas rata-rata. Ya meskipun tidak sehebat Jati Wesi tokoh rekaan Dee tentu saja, tidak pula sehebat Jean-Baptiste Grenouille-nya Patrick Suskind… karena aku yakin manusia dengan kemampuan seperti itu tidak pernah ada. Lalu suatu ketika aku teringat dengan bau dan rasa air putih yang dituang dari kendi. Bau dan rasanya hampir sama dengan bau-bauan yang muncul ketika hujan. Kemudian aku mengingat bau yang mirip seperti itu dikenal sebagai bau ‘Ampo’, bau debu kering yang tersiram air. Ya setelah kupilah-pilah, bau yang muncul ketika hujan datang itu merupakan campuran bau tanah atau debu kering—bisa dari genting—air, udara dan rumput.

Kemampuan penciumanku ini seringkali membuat orang-orang yang ingin memberikan sedikit kejutan untukku menjadi kesal. Karena aku telah mendeteksi kehadirannya melalui bau-bau yang tersebar di sekitarnya. Aku bisa mengingat bau parfum yang bercampur dengan kulit orang yang kukenal ketika ia bersembunyi di balik pintu, misalnya. Aku bisa mendeteksi temanku yang datang diam-diam di belakangku. Ya meskipun tidak jarang meleset untuk menyebutkan siapa yang datang, paling tidak aku bisa menebak kehadiran seseorang yang bermaksud diam-diam. 😀 kehadiran seseorang bisa mengubah suasana dan aroma ruangan sekitar. Jadi hipotesisku sederhana, ketika tiba-tiba ada bau yang melintas, tentu saja ada orang lain yang datang.

Suatu ketika temanku heran, “Kamu kan tidak terlalu suka kuliner, tetapi gimana caranya kamu bisa memberikan suatu penilaian yang hampir tepat, kalau ada sesuatu yang kurang dari masakan ini?” aku jawab mulanya aku hanya menebak dan mengira-mengira saja, aku menduga ada kaitan rasa dan bau. Aku tidak mungkin mampu memisahkan takaran bumbu dan bahan suatu masakan, tetapi indera pengecap dan indra pencium berada dalam satu lalu lintas, mereka bekerja sama untuk menemukan suatu kesimpulan, masakan ini akan lebih sedap jika ini atau itunya lebih kuat. Itu saja.

Saya Andy Riyan dari Desa Hujan

jejakandi

3 thoughts on “Bau Familier Itu Ampo Namanya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Pagi Pagi Puisi: Jarak

Thu Nov 5 , 2020
JarakSeberapa pun jauhnyaia adalah dekat.Malahan sangat dekatjika mampu membuat rindumengisi ruang-ruangnya. JarakSeberapa pun jauhnyaia adalah dekat.Yang jauh adalah masa lalu.Malahan sangat jauhjika ia membuat lupapada pertobatan. Andy Riyan #PagiPagiPuisi Share on Facebook Tweet it Share on Reddit Pin it Email

Kategori

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

%d bloggers like this: