Bajirut! Aku Nulis Apaan?!

Seseorang memang kerap sekali melakukan hal-hal aneh tanpa mereka sadari. Aku pun kadang baru sadar kemudian kalau apa yang aku lakukan itu seperti “Bajirut, aku tadi itu ngapain sih?”

Di antara banyak “bajirut” itu, salah satunya, aku sering males membaca tulisan yang rumit dan enggak jelas, tapi aku sendiri justru kerapkali—bahkan sudah sampai tahap keranjingan—tidak menulis dengan cara yang disukai banyak orang; singkat, padat dan jelas. Ya enggak tahu kenapa aku sampai suka banget bahkan keranjingan menulis dengan cara seperti itu. Kayaknya aku suka menyiksa orang lain dengan tulisanku. Ahahaha…

Padahal sudah sejak lama banget mengagumi tulisan-tulisan orang lain yang  begitu sederhana, tetapi menyampaikan banyak hal. Aku sudah lama dibuat terkagum-kagum dengan seseorang yang lihai dan piawai memaparkan tema berat menjadi tulisan yang ringan dan mengasikkan. Aku pun sudah terlalu lama terpesona dengan seseorang yang berbicara ngirit tetapi begitu berbobot. Tetapi kenapa aku baru belakangan aja sadarnya kalau tulisanku sama sekali tidak melangkah ke arah itu?

Asli aku sadarnya baru belakangan ini, kalau orang lain malahan lebih suka nanggapin tulisanku yang sekadarnya, terutama di Twitter. Misal aku menulis esai, pemikiran, paragraf-paragraf yang filosofis, atau tulisan-tulisan—yang kupikir—ada isinya, gak ada yang nanggepin tuh—jangankan nanggepin, ngelirik sekilas aja males. Tapi giliran aku menulis sesuatu yang palsu dan mengada-ada seperti kalau aku menulis status yang galau, kekonyolan yang kualami atau kata-kata yang mengisyaratkan kemalangan dan ketololan hingga betapa sial dan jeleknya diriku terungkap, malah ditanggepi beramai-ramai. Kalau aku menulis dengan tertib EYD, paragraf ilmiah dan kalimat baku gak ada yang nggubris tuh!. Tapi kalau aku menulis dengan bahasa aneh yang SPOK-nya aja gak beres, nah baru ada yang—minimal—ngelirik.

Aku jadi inget seorang content creator—aku lupa siapa persisnya—yang kesel banget ketika karyanya yang dia bilang lebih bermutu malah tidak dihargai dan kalah dengan konten receh, yang enggak banget, bahkan bisa dibilang semua orang pun akan sepakat kalau konten-konten itu tidak mendidik. Tapi kenapa aku malah ngomongin beginian ya… toh kalaupun tulisan-tulisan rumitku digubris juga sebagaimana tulisan-tulisanku yang palsu itu pun tidak akan berarti apa-apa dan tidak pula akan mengubah hidupku.

Kenapa jadi gini sih?

Ketika membuka wordprosessor tadi, sebenarnya, aku ingin menulis kalau sore ini aku mandi kembang lagi. Yah kalau kamu yang pernah membaca tulisanku yang lalu soal mandi kembang, kamu paham, bahwa tidak ada yang aneh mengapa aku mandi kembang. Tapi ah sudahlah… tapi buat kamu yang pengen membaca tulisan tentang mandi kembang yang pernah kutulis, bisa di klik di sini.

Udah ah, Aku Andy Riyan dari Desa Hujan, sampai jumpa…

4 thoughts on “Bajirut! Aku Nulis Apaan?!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: